Sabtu, 28 Juni 2014

Selfie with Keisha














Cintaku seperti ftv

Pada suatu hari tepat nya pada hari Jum'at 13 September 2013. Pada hari itu aku ada pelatihan laboratorium di Teaching Lab IPB. Setelah usai, aku pun langsung menuju asrama dan kemudian bergegas untuk pulang kerumah. Teriknya panas pada pukul 10.00 WIB menemaniku selama perjalanan aku menuju pintu berlin untuk naik angkutan umum (sebut saja angkot). Sampai disana ada sebuah angkot telah menunggu dan aku pun segera menaiki angkot tersebut. Aku melihat sosok laki-laki mengenakan baju koko yang seangkot denganku. Tiba-tiba supir angkot tersebut mengajak laki-laki tersebut untuk duduk didepan. Akhirnya laki-laki tersebut pun pindah untuk duduk didepan. Laki-laki tersebut mengobrol dengan supir angkot tersebut. Aku mendengar sedikit pembicaraannya dan aku berfikir bahwa laki-laki tersebut adalah kakak kelas.
Sesampainya di Bubulak aku pun turun dan membayar angkot tersebut. Kemudian aku menaiki angkot 32. Ketika aku menaiki angkot tersebut, ternyata laki-laki tersebut menaiki angkot yang sama denganku. Aku sempat bingung untuk memilih duduk dimana dan akhirnya aku memutuskan untuk duduk disebelahnya, karena tempat yang lebih luas adalah disebelahnya. Sesampai di lampu merah, aku pun turun dari angkot tersebut dan aku sempat berfikir bahwa laki-laki tersebut hanya orang yang bertemu sebentar saja denganku.
Aku pun menaiki angkot Parung-Bogor dan tak lama kemudian muncullah laki-laki tersebut kembali. Ternyata dia juga searah denganku. Sempat di perjalanan aku sedikit memberi senyum kepadanya. Dan sampailah di Parung. Tanpa mencari angkot yang lain, aku pun langsung menaiki angkot tersebut. Lagi-lagi aku melihat dia melintas di angkot yang aku tumpangi. Sopir angkot yang aku naiki tersebut menawarinya untuk menaiki angkotnya, tetapi laki-laki tersebut mengatakan bahwa ia ingin mencari angkot yang didepannya lagi. Tapi ternyata beberapa detik kemudian, laki-laki tersebut kembali menaiki angkot yang sama denganku.
Selama perjalanan, aku sama dia hanya diam-diam saja. Aku sempat melihatnya membaca sebuah buku. Kita duduk di baris yang sama dengan jarak untuk satu orang. Tak lama kemudian dia bertanya kepadaku apakah aku anak 50 dan aku pun menjawab iya. Ternyata namanya adalah Naufal. Setelah itu kita pun mengobrol-ngobrol, sempat pada saat kita mengobrol, ada penumpang yang baru naik dan duduk diantara kita dan pada akhirnya kita berhenti sejenak mengobrolnya. dan kemudian setelah penumpang tersebut turun, kita pun kembali mengobrol. Tiba-tiba dia meminta nomor hp, dan kemudian aku sebutkan. Dan lagi-lagi ada penumpang yang naik dan duduk diantara kita. Sesampainya di Gaplek aku pun turun dan aku pamit sama dia untuk duluan. Ketika aku menaiki angkot menuju Bunderan Pamulang, aku melihat hp aku dan ternyata ada sms darinya dan berisi "Naufal" dan aku pun membalasnya "sipsip"


_Bersambung_