Kamis, 02 April 2015

Malam itu...

Sudah lama aku merindukan saat-saat seperti ini. Saat-saat dimana aku bisa menikmati dinginnya udara dimalam hari bersama kesayanganku si Paci. Kupacu kendaraanku dengan cepat. Ku nikmati disetiap perjalananku dengan lantunan sumbang yang keluar dari mulutku. Ah... macet. Ternyata benar dugaanku. Aku telat, ini tidak sesuai dengan yang direncanakan. Kuliahat jalanan begitu ramai, sampai aku sulit mencarinya. Kulihat diseberang sana ada seorang laki-laki menggunakan motor tampak seperti menunggu seseorang. Akhirnya aku menghampirinya. Ya... benar, dialah orang yang menungguku.
Suara bising dari kendaraan dan pasar malam menjadikan aku sulit mendengarkan kata-kata yang keluar dari mulutnya. Akhirnya kami pun memacu kendaraan kami. Yaa... kami menggunakan sepeda motor masing-masing. Aku mengikutinya tepat dibelakangnya. Sempat bosan rasanya berada dibelakangnya. Dia memacu kendaraannya terlalu pelan menurutku. Andai saja aku tahu jalan menuju tempat itu, akan ku salip dia dengan si Paci kesayangannku.
Hari ini sebenarnya adalah hari yang melelahkan bagiku. Kamu tahu? Hari ini aku bekerja full time. Pagi hari aku berangkat menuju sebuah salon dan butik yang aku miliki. Jangan tanya nama salon dan butiknya apaan! TIDAK TERKENAL. Tapi akan terkenal InshaAllaah... Aamiiin... Kemudian pada siang hari aku harus memacu si Paci ku menuju Jakarta. Siang itu aku memiliki job baru sebagai pembawa berita pada salah satu televisi terkenal di Indonesia. Dan malam hari aku harus bertemu dnegannya. Ini adalah janjiku.
Sesampainya di tempat yang dituju. Sebenarnya aku bingung, tempat ini begitu indah. Tetapi sedikit berantakan pada penempatannya. Sempat bingung bagaimana memulai. Diam.... diam... dan diam. Sebenarnya kami sama-sama sedang berfikir. Berfikir apa yang ingin dibicarakan. hahaha terdengar aneh, berbicara saja harus berfikir lama padahal kami saling kenal sejak kecil. Setelah beberapa menit akhirnya dia berbicara dan akupun berbicara. Maaf kata-kataku yang begitu norak. HAHAHA. Bosan rasanya harus berada di mall. Cukup senang dengan ada taman yang begitu luas di halaman mall.
Wow... kami memasuki mall tersebut. Kok wow si? -_-biasa ajah! Kami hanya membeli minuman dan kami pun langsung keluar dari mall tersebut. Taman di halaman mall tersebut begitu indah ditambah dengan pemandangan langit di malam hari. Pemandangan ini sudah lama tak kunikmati dengan hikmat (berle deh -__-). Cahaya bintang dapat ku nikmati. Hembusan angin. Indahnya gemerlap cahaya lampu disekitarnya. Lengkap sudah dimalam ini. Rasa capek jadi hilang (kayak lagu dangdut apaaa gitu). Terbayar dengan segala kerinduan dimalam ini.
Pertemuan kali ini sangat terasa berbeda. Entah mengapa kali ini aku merasa lebih takut. Aku memanfaatkan pertemuan ini dengan sebaik-baiknya. Aku menceritakan segala aktivitasku dari hal yang paling penting sampai hal yang paling flat sedunia. Antusiasmenya menyemangatkanku untuk terus bercerita dan terus bercerita. Aku pun tak lupa untuk tidak hanya menjadikannya sebagai pendengarku. Aku membiarkannya untuk bercerita. Bercerita apa pun yang dia mau.
Sudah lama tidak bertemu dan saat bertemu kembali ternyata dia tidak berubah. Dia tetap saja keras kepala. Ditengah-tengah perbincangan, aku mendengar suara pelan. Sepintas aku mendengar kata keinginannnya untuk foto bersama. Ah.... sudah lama kami berteman, sampai saat ini kami tidak memiliki foto bersama. Tapi aku rasa ini hanya khayalanku. Tidak mungkin secara tiba-tiba dia mengatakan seperti itu. Tidak biasanya. Kami melanjutkan perbincangan kami, sampai kami lupa bahwa waktu sudah menunjukkan pukul 22.15 WIB. Saat itu belum tenar dengan pemberitaan dan kejadian begal membegal. Ya... jadi biasa saja. Aku pun pulang dengan tenang padahal sudah cukup malam ketika harus melewati jalanan yang notabennya sepi. Awalnya dia ingin mengantarkanku. Aku pun langsung menolaknya dan terus menolaknya. Mengapa aku menolaknya? Ya karena aku takut dia nyasar dimalam hari. kalau dia diculik kan jadi aku yang repot. Lebih baik aku langsung menyuruhnya pulang.
Sesampai di rumah aku pun berfikir. Sebenarnya apa yang sedang terjadi saat ini? Begitu aneh. Ah.... abaikanlah. Tiba-tiba aku mendapatkan sebuah cerita pendek darinya. kata perkata aku baca cerpen yang dibuatnya. Wow... setiap kata itu sangat indah, selalu dihiasi dengan bahasa-bahasa yang luar biasa, cerita yang tak mampu ditebak. Entah mengapa yang membuat aku bingung adalah akhir dari cerita itu. Mengapa ada yang meninggal? dan mengapa ada bayangan yang mengajaknya untuk pergi?
Dikala sore hari, dia mengucapkan salam perpisahan. Aku terkejut dengan hal ini. Ada apa dengan semua ini? Baru saja semalam aku bertemu dengannya dan kini dia mengucapkan salam perpisahan. Secepat itukah? Dia hanya mengatakan bahwa dia akan melanjutkan studinyadi Paris. Ya... aku rasa tak apa. Kami masih bisa bertemu suatu saat nanti. Tapi ada hal yang membuatku lebih mengejutkan adalah perkataannya. Dia mengatakan bahwa kemungkinan besar aku dan nya tidak akan bertemu lagi. Ada apa dengan ini?


_DR_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar